Rabu, 24 Desember 2008

CARDIAC DISEASE

Diagnosa kelainan jantung pada anjing dan kucing di Indonesia masih belum begitu berkembang seperti halnya pada manusia. Sehingga pemahaman para dokter hewan Indonesia terhadap kasus penyakit jantung masih belum sebaik kasus-kasus penyakit lain seperti pencernaan, kulit, reproduksi dll. Hanya beberapa dokter hewan di Indonesia yang memiliki bekal pengetahuan lebih yang itupun didapat dari luar negeri.

Maka ketika saya menerima undangan dari asosiasi praktisi dokter hewan di Thailand ( VPAT ) saya langsung tertarik untuk mengikutinya. Dengan menghadirkan instruktur Dr. Adrian Boswood yang seorang dosen di The Royal Veterinary Collage - London. Materi utama dari continuing edocation ini adalah bagaimana mendiagnosa penyakit jantung secara mudah pada anjing & kucing. Selama tiga hari materi yang diberikan meliputi fisiologi normal jantung, cara mendiagnosa kelainan jantung, teknik diagnosa dengan memanfaatkan radiologi, elektrokardiografi ( EKG) dan echocardiografi, obat-obat yang diperlukan dalam menangani kasus jantung serta aneka kasus sebagai latihan bagaimana mendiagnosa dan mengobatinya.

Ternyata penyakit jantung sangat kompleks dan tentu diperlukan kejelian dalam menegakkan diagnosanya.

LUXATIO PATELLA



( Sumber foto : Drh. Koesharyono )

Pompom seekor anjing pomeranian yang kecil, cantik dan lucu datang ke klinik dengan keluhan kaki belakang pincang. Kadang kalau jalan kaki belakang kanan diangkat. Dari hasil foto rontgen terlihat tulang lututnya ( patella ) bergeser. Kondisi ini disebut luxatio patella. Dalam perabaanpun sangat terasa bergesernya tulang lutut ke samping.

Luxatio patella bisa karena trauma atau juga karena bawaan lahir. Untuk mengatasi kondisi ini bisa dilakukan dengan pembedahan. Ligamentum pengikat tulang patella diikat dan dikencangkan dengan benang khusus. Namun jika legokan trochlearnya terlalu dangkal, kadang perlu dilakukan reseksi untuk memperdalam legokan trochlear sebagai tempat "duduk" bagi patella.

Dalam waktu 3 - 7 hari pasca operasi biasanya kondisi anjing dapat pulih seperti biasa.

Rabu, 17 Desember 2008

Scabies pada Kelinci





Scabies pada kelinci sangat sering terjadi. Disebabkan oleh sejenis parasit yang merusak kulit. kejadian pada kelinci cukup khas. Biasanya bagian yang terserang adalah hidung, kaki, telinga dan kadang kulit bagian badan.

Mula-mula yang tampak adalah terbentuknya keropeng keputihan yang lama-lama menebal dan meluas. Jika pada hidung, hidung tampak lebih mancung.

Pengobatannya relatif mudah. Biasanya dengan injeksi ivermectin akan sembuh dalam waktu sekitar seminggu. Perlu diwaspadai penyakit ini sangat menular ke hewan lain ( kelinci, kucing, anjing, sapi, kambing dsb) juga manusia.

HERNIA INGUINALIS




Tubuh mungilnya tergeletak lemah. namun ekspresinya cerah khas kitten. Dia selalu berusaha bergerak dan bersuara. Umurnya kira-kira masih kurang 2 bulan. Kaki belakang lumpuh, dan perutnya membesar. Seseorang bernama Hartin Rosaline telah memungutnya di pinggir jalan karena iba dan tidak tega melihat penderitaannya. Sebelumnya telah dibawa ke dokter hewan didekat rumahnya, namun sang dokter menyatakan kondisi kucing sangat parah dan tidak bisa disembuhkan, sehingga disarankan untuk disuntik mati.

Ketika datang ke KlinikHewan.Com Cibubur, kondisinya dievaluasi lagi. Dilakukan pemeriksaan foto rontgen. Hasilnya ? Tampak ada hernia inguinalis dan fraktur symphisis pelvis. Hernia inguinalis karena robeknya otot perut sehingga sebagian atau seluruh organ didalam rongga perut memenuhi daerah inguinal ( selangkangan) sebelah kiri. Fraktur symphisis pelvis yaitu patahnya sendi yang mempertautkan tulang pinggul kiri dan kanan, sehingga si Mimi tidak bisa berdiri dan berjalan.

Melihat kondisinya seperti itu, maka yang perlu perhatian adalah hernianya, sedangkan kondisi tulang pinggulnya diharapkan sejalan dengan perkembangan tubuhnya akan membaik secara spontan. Maka diputuskan untuk operasi hernia dengan mempertautkan kembali otot perut yang robek akibat benturan. Penyulit tindakan ini adalah tipisnya otot perut karena usia yang sangat muda.

Kamis, 11 Desember 2008

Perkembangan si Pirong





Setelah seminggu dirawat, kondisinya berangsung membaik. Fungsi ginjalnya ( ureum - creatinin ) normal, warna urine bening, namun kondisi kandung kemihnya masih besar ( penuh ). Dia juga sudah bisa mulai berdiri. Pirong bisa pulang dengan meneruskan pemberian obat di rumah. Namun sebelum pulang dilakukan pemeriksaan foto rontgen terlebih dahulu untuk memastikan keadaan yang sebenarnya. Dan ternyata si Piromg bukan menderita FUS, melainkan ada fraktur di symphisis pelvisnya, yaitu sambungan antara tulang pinggul kiri dan kanan terlepas. Kondisi tulang pinggul seperti ini mendesak saluran kencingnya ( urethra ). Inilah yang mengganggu kelancaran pada proses buang air kecil. Dan kalau kondisi ini tidak bisa berubah, maka satu-satunya jalan adalah dengan melakukan pembedahan.

Tiga hari kemudian saat kontrol, kondisinya banyak perkembangan. Dari hasil foto rontgen terlihat kandung kemihnya dalam batas normal. Berdirinya sudah tegak walau jalannya masih pincang. Dan selama di rumah si Pirong sudah bisa buang air besar. Melihat kondisi ini maka tim dokter menunda untuk melakukan operasi. Urine catheter dilepas untuk mengetahui apakah dia bisa buang air kencing ( urinasi) secara spontan. Apabila proses urinasi terganggu, baru opersi akan dilakukan. Ternyata, Pirong bisa melakukan urinasi dengan baik. Nafsu makan juga tidak ada masalah. Maka tim dokter memutuskan untuk tidak melakukan operasi dan dilakukan observasi selama tiga hari untuk meyakinkan kondisinya baik-baik saja.

Rabu, 10 Desember 2008

Perkembangan Tekel









Seminggu sudah si Tekel diobati secara intensif. Hasilnya sudah mulai terlihat. Luka-luka dipunggung dan kepalanya sudah sembuh. Tinggal infeksi jamurnya yang masih belum hilang. Nafsu makannya luar biasa.............Mudah-mudahan seminggu lagi kondisi jauh lebih baik.

Jumat, 05 Desember 2008

Penyakit Kulit



Ibu Irene datang membawa seekor anjing jenis dahschun atau yang lebih populer dengan sebutan teckel, dan diberi nama TEKEL. Kondisinya begitu menyedihkan. Si tekel di pungut oleh Ibu Irene dari pemilik yang tidak bertanggungjawab. Si Tekel ditelantarkan tanpa makanan yang cukup, tempat berlindung yang memadai, dan kondisi yang sangat tidak terawat. Seluruh tubuhnya dipenuhi jamur dan luka-luka sehingga bulu tubuhnya rontok. Dari hasil pemeriksaan laboratorium juga ditemukan banyak sekali Demodex canis, sejenis parasit kulit yang menghuni folikel rambut dan kelenjar lemak kulit. Sebenarnya parasit ini termasuk flora normal pada kulit, namun pada kondisi imunitas yang buruk, demodex bisa menjadi penyakit.

Terapi yang akan diberikan yaitu untuk menghilangkan penyebab penyakitnya yaitu infeksi demodex, infeksi bakteri dan jamurnya. Kemudian setelah infeksinya bisa disembuhkan maka langkah berikut adalah merehabilitasi kondisi kulitnya baru kemudian menumbuhkan bulunya. Tentu saja terapi ini membutuhkan waktu yang lama dan kontinyuitas pengobatannya. Diharapkan kondisinya bisa pulih setelah 8 minggu.

Selasa, 02 Desember 2008

PROLAPSUS BULBUS OCULI




Si Kenny, tiba-tiba datang ke klinik diantar oleh 2 orang dalam keadaan panik. Bola mata sebelah kirinya keluar dan berdarah-darah. Sungguh kasihan dan mengerikan melihat kondisi Kenny. Menurut penuturan pemiliknya si Kenny tertabrak mobil.

Kondisi ini merupakan kondisi gawat darurat. Bola mata yang keluar dan berdarah harus segera dibersihkan dan dikembalikan ke ruang mata didalam kelopak matanya. Jika tidak maka akan mengancam fungsi penglihatan matanya. Hal ini sering terjadi pada anjing-anjing brachicephalic yaitu anjing dengan bentuk muka pesek. Pada anjing brachicephalic bola mata tidak tertampung sempurna dalam rongga mata pada tulang tengkoraknya, sehingga kondisi ini menjadikannya rawan terhadap trauma.

Bola mata harus segera di reposisi. Bola mata dibersihkan terlebih dahulu dengan larutan iodine encer secara hati-hati. Dengan bantuan jari-jari bola mata dimasukkan dengan terlebih dahulu menjepit kedua kelopak matanya. Kemudian berikan antibiotika topikal, dan jahit kelopak matanya.

NERICO

Kondisi Nerico setelah terapi 4 hari
Kerak-kerak kulit yang terbentuk setelah pemberian ozon oil selama 4 hari telah dikelupas
Bagian belakang tubuhnya yang terserang pyoderma setelah pemberian ozon oil
Setelah pemberian ozon oil selama 4 hari , pyoderma mengering dan terbentuk kerak kulit

Senin, 01 Desember 2008

PYODERMA

Nerico, seekor anjing Shithzu datang lagi ke klinik setelah 4 hari yang lalu berobat. Pemiliknya sejak tadi pagi telpon dan mengeluh kenapa anjingnya tidak sembuh-sembuh. Nerico dinyatakan menderita pyoderma.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak penyakit kulit. Kondisi ini karena adanya infeksi bakteri pada kulit, sehingga kulit jadi seperti melepuh, basah, kadang bernanah dan terasa gatal. Anjing lebih sering terkena penyakit ini, walau kucing juga kadang bisa terserang. Penderita tampak gatal-gatal, ditandai dengan menggigit-gigit kulitnya. Jika ini terjadi dan dibiarkan terus maka infeksinya akan semakin parah.

Infeksi ini bisa juga disertai infeksi jamur, parasit, alergi dan kelainan hormonal yang bisa memperparah penyakitnya. Pengobatannya memerlukan waktu yang agak lama, bisa 2 minggu sampai 4 minggu. Maka sebagai pemilik dan perawat penderita penyakit ini, kesabaran dan ketelatenan akan sangat mempengaruhi keberhasilan pengobatannya. Dengan antibiotika oral dan obat-obat topikal penyakit ini bisa diatasi. Pemberian ozon oil sebagai obat luar ( topikal ) selama ini cukup efektif.

FUS






Feline Urolithiasis Syndrome
atau sering disingkat dengan istilah FUS sering menyerang kucing-kucing rumahan. Kucing mengalami kesulitan mengeluarkan air kencingnya. Lama-lama air kencing sama sekali tidak bisa keluar karena adanya sumbatan kristal urolith didalam saluran kencingnya. Kucing jantan yang paling rentan dengan masalah ini, karena saluran kencingnya lebih panjang. Kucing akan menjadi pendiam, tidak mau makan sampai menunjukkan gejala muntah. Apabila diraba pada bagian perut belakang akan teraba kandung kemih yang membesar dan keras seperti bola. Tentu kondisi seperti ini membutuhkan pertolongan dengan segera. Jika tidak maka akan mengancam jiwanya.

Pertolongan yang diberikan dokter adalah dengan memasang urine catheter untuk mengeluarkan air kencingnya. Diberikan terapi infus agar tubuh mendapatkan cairan yang cukup untuk bisa memproduksi air kencing dalam jumlah yang banyak. Pemberian antibiotika dan obat-obat supportif lainnya. Urine catheter dan infus dipasang paling tidak selama seminggu, sampai warna urine bening. Dalam pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan sample darah, biasanya ditemukan adanya gangguan pada fungsi ginjal. Gangguan fungsi ginjal inilah yang membahayakan kondisi si kucing.

Selanjutnya setelah kucing sembuh, sebaiknya diberi makanan khusus agar dan kucing harus banyak minum.

Sabtu, 29 November 2008

KENZO, Si Penderita Fraktur Symphisis mandibula

Kenzo nama seekor kucing campuran, yang beberapa hari lalu kecelakaan dan mengalami fraktur pada symphisis mandibulanya. Sejak kemarin, kondisinya terus membaik. Perdarahan dari mulut & hidung sudah berhenti. Fisiknya juga tampak lebih fit. Maka dokter yang bertugas memutuskan untuk melepas infusnya. Dan sejak tadi pagi si Kenzo sudah bisa makan sendiri. Makanannya memang masih diberi makanan yang lunak agar tidak membebani rahangnya saat mengunyah.

Akhirnya setelah lima hari dirawat si Kenzo bisa pulang. Hanya saja memang masih harus terus meminum obat dan makan makanan yang lunak. Mudah-mudahan empat minggu lagi kawat pengikat rahangnya bisa dilepas.

Jumat, 28 November 2008

Quanto

Namanya Quanto, seekor anjing dobberman. Pemiliknya Mr. Edwin Palmer, seorang warga Selandia Baru tapi sangat fasih berbahasa Indonesia. Pagi-pagi Quanto sudah nongkrong di klinik. Ternyata telapak kaki depannya luka robek sepanjang kira-kira 5 cm. Lukanya cukup dalam, sehingga perlu di jahit. Maka tindakan bedah minor segera dilakukan. Masalahnya adalah tenaga si Quanto sangat kuat, sehingga dia tidak pernah bisa tenang diatas meja operasi. Maka agar bisa dilakukan tindakan dengan baik, maka si Quanto harus diberikan obat penenang agar dia bisa rileks. Tindakan menjahit lukanya, berjalan dengan baik dan lancar. Setelah selesaipun Quanto bisa segera pulang. Selama di rumah, Quanto tetap harus minum obat untuk mempercepat proses penyembuhan lukanya.

Selasa, 25 November 2008

Symphysis Mandibula

Sebenarnya kemarin saya praktek sore. Tetapi pagi-pagi saya mendapat telpon dari dokter jaga karena ada kasus fraktur pada symphysis mandibula ( kucing ), yaitu sambungan tulang rahang bawah kiri & kanan patah. Kondisi ini terjadi karena adanya benturan. Tak hanya sambungan tulang rahang yang lepas, tapi beberapa bagian mulut ( bibir & langit-langit ) mengalami luka robek dan memerlukan jahitan.

Akhirnya dilakukan tindakan dengan mengikat tulang rahang bawah menggunakan kawat khusus. Praktis selama pengikatan sampai tulangnya menyatu kembali, si kucing akan kesulitan mengunyah makanan. Maka selama 4 minggu ini diberikan makanan lunak / cair. Diperkirakan 6 - 8 minggu ikatan sudah bisa dilepas. Kondisi umum si kucing cukup bagus.

Senin, 24 November 2008

Panleucopenia

Sejak Jumat kebetulan saya kebagian jaga malam. Dan selama tiga hari berturut-turut saya kedatangan pasien di akhir jam praktek sekitar jam setengah sembilan. Semuanya dalam kondisi kritis saat datang. Kesadaran menurun, temperatur tubuh dibawah normal, pucat serta kondisi dehidrasi. Setelah selesai pemeriksaan, tak lama kemudian si pasien ( semuanya kucing ) menghembuskan nafas terakhir alias meregang nyawa diatas meja pasien.

Setelah selesai pemeriksaan selalu saya jelaskan kondisi pasien saat ini yang intinya secara medis tidak ada harapan untuk sembuh. Biasanya si pemilik langsung menangis begitu mendengar "vonis" saya. Dan semakin meledak tangisnya ketika si pussy meregang nyawa dan saya nyatakan sudah meninggal.

Malam-malam yang menyedihkan. Malam yang selalu diakhiri dengan tangis. Sungguh tidak enak menghadapi kondisi seperti ini. Dugaan saya, panleucopenia sedang mewabah. Korbannya biasanya kucing kecil yang memang sedang lucu-lucunya. Pagi dan sore harinya beberapa ekor anjing juga mengalami kondisi serupa dan berakhir dengan kematian. Dan tentu anjing kecil yang jadi korbannya. Penderita awalnya menunjukkan gejala diare, muntah, tidak mau makan dan lesu.

Kondisi seperti ini sungguh melelahkan lahir dan batin. Rasanya ilmu yang saya miliki tidak ada gunanya, karena memang saya tidak bisa berbuat banyak menghadapi pasien yang sudah sekarat.

Satu hal yang bisa saya sampaikan pada para pemilik anjing & kucing, jangan lupa memberikan imunisasi sejak dini, agar tubuh si kecil lebih kebal menghadapi serangan penyakit.

Semoga situasi seperti ini segera berakhir....................

Minggu, 23 November 2008







Sterilisasi Kucing

Pagi tadi sudah ada seekor kucing yang datang diantar pemiliknya. Kucing lokal berwarna tiga. Penampilannya lucu, cantik dan bersih. Tampak sekali kucing ini terawat. Si pemilik meminta untuk dilakukan sterilisasi pada kucing betinanya yang diberi nama CICO. Ketika diperiksa oleh seorang asisten saya , Drh. Tini, dicurigai si Cico sedang hamil. Dan ternyata benar, setelah saya cek sendiri memang teraba ada foetus 9 bayi ) dalam kandungannya. Diperkirakan si Cico sedang hamil sekitar 5 - 6 minggu. Padahal masa kehamilan kucing cuma 8 minggu, berarti 2 minggu lagi dia akan melahirkan.

Tadinya si pemilik tetap minta diangkat saja kandungannya, tapi kami tidak mau. Sama saja itu dengan aborsi. Kasihan kan nanti bayi-bayi kucing yang tak berdosa harus mati begitu saja. Maka kami coba beri pengertian dan saran agar menunggu si bayi lahir baru dilakukan pengangkatan kandungan yang dalam istilah medisnya OvarioHistrectomi ( OH ).

Sabtu, 22 November 2008
















Buku

Alkhamdulillah....., akhirnya buku yang sudah selesai saya tulis sejak April lalu sekarang sudah selesai proses cetak dan insya Allah minggu depan sudah beredar di pasaran. Buku berjudul : Panduan Praktis Memilih & Merawat Anjing Ras Mini. Buku ini dicetak full colour. Saya sendiri cukup kaget sewaktu melihat filenya yang siap naik cetak. Buku ini terlihat sangat cantik, karena dihiasi foto-foto karya seorang fotografer muda Roni. Sebenarnya ini buku pertama dari tiga judul buku tentang anjing yang direncanakan untuk terbit. Namun buku anjing untuk ras medium dan ras maxi masih terkendala oleh foto.

Menyusul setelah ini adalah buku tentang kucing. Naskahnya sendiri telah selesai saya tulis Juli yang lalu. Kendalanya apalagi kalau bukan foto-foto pendukungnya.

Ada juga karya audio visual tentang P3k pada anjing. Saat ini dalam proses finishing. Mudah-mudahan Desember nanti sudah beredar.

Yang paling menegangkan buat saya adalah penerbitan buku tentang sisi bisnis dokter hewan, yang diberi judul DOKTER HEWAN DALAM PERSPEKTIF BISNIS. Kupasannya banyak mengulas aspek marketing dari sebuah bisnis dokter hewan praktek ( klinik hewan ). Banyak pro dan kontra, tapi saya bertekad untuk terus maju. Sasaran buku yang ini memang terbatas hanya untuk dokter hewan dan para mahasiswa FKH, jadi mungkin tidak diterbitkan leh penerbit umum. Doakan saja semoga semuanya bisa berjalan lancar.